Top
62-811-9696-9166 - Raya
news

Jepang Uji Sistem AI untuk Mengidentifikasi Pohon yang Berisiko Tumbang

02 Jul 2026 - oleh : KarirJepang.id


Jepang Uji Sistem AI untuk Mengidentifikasi Pohon yang Berisiko Tumbang

TOKYO – Para insinyur di Jepang tengah mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi pohon yang berisiko tumbang atau menjatuhkan dahan. Upaya ini dilakukan seiring semakin banyaknya pohon tua di tepi jalan dan taman yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.


Semakin banyak pemerintah daerah di Jepang yang mempertimbangkan penerapan teknologi tersebut di tengah kekurangan tenaga ahli pohon (tree doctor) dan arboris, yaitu spesialis yang bertugas memeriksa kondisi pohon dan menentukan apakah pohon tersebut perlu ditebang atau tidak.


Saat ini, sistem AI tersebut mampu mengevaluasi pohon zelkova dan pohon sakura. Ke depan, jenis pohon lain seperti ginkgo dan berbagai spesies lainnya juga akan ditambahkan ke dalam sistem.


Menurut data Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang, sepanjang April 2021 hingga November 2024 tercatat 1.732 kecelakaan yang melibatkan pohon di taman maupun di sepanjang jalan di seluruh Jepang. Dari jumlah tersebut, 110 kasus mengakibatkan korban luka atau meninggal dunia.


Salah satu insiden terjadi pada September 2024, ketika seorang pria meninggal dunia setelah tertimpa dahan pohon ginkgo yang patah di sebuah ruang terbuka hijau di Kota Hino, Tokyo bagian barat.


Pohon-pohon yang ditanam di taman dan di sepanjang jalan umumnya dikelola oleh pemerintah daerah. Namun, pemeliharaannya sering kali tidak optimal akibat minimnya jumlah tenaga ahli.


Perusahaan teknologi informasi asal Tokyo, Optim Corp., bersama perusahaan operator drone Kyuden Droneservice Co. yang berbasis di Fukuoka, telah mengembangkan sistem AI yang menggunakan drone untuk mendeteksi pohon-pohon yang telah mati.


Sementara itu, Sumitomo Mitsui Construction Co. juga mengembangkan sistem AI penilaian risiko pohon yang menganalisis foto bagian pohon yang mati atau membusuk menggunakan kamera ponsel pintar maupun tablet.


Sistem yang diberi nama Tree AI tersebut membandingkan gambar dengan puluhan ribu foto batang dan cabang pohon yang tersimpan dalam basis data. Dengan menggabungkan hasil diagnosis dari para ahli pohon, sistem kemudian menilai tingkat risiko pohon tumbang dalam empat kategori.


Hasil analisis dapat diperoleh hanya dalam hitungan menit. Selain itu, sistem juga menyimpan data lokasi pohon beserta hasil penilaiannya ke dalam basis data untuk keperluan pemantauan lebih lanjut.


"Risiko pohon tumbang meningkat apabila terdapat rongga di bagian dalam batang atau jamur yang tumbuh pada batangnya. Namun, orang yang tidak memiliki keahlian akan kesulitan menilai kondisi tersebut," ujar Hidemi Kataoka, seorang ahli pohon (tree doctor) yang terlibat dalam pengembangan proyek tersebut.


Sejumlah pemerintah daerah, termasuk Kota Kizugawa di Prefektur Kyoto, Kota Miyakonojo di Prefektur Miyazaki, serta Pemerintah Metropolitan Tokyo, telah melakukan uji coba terhadap sistem tersebut.


Kota Kizugawa, yang mengelola sekitar 20.000 pohon, mengaku kesulitan melakukan inspeksi rutin karena keterbatasan jumlah petugas.


"Dengan AI, inspeksi dapat dilakukan secara lebih efisien dan konsisten," ujar seorang pejabat Kota Kizugawa.


Menurut Sumitomo Mitsui Construction, sekitar 20 pemerintah daerah saat ini sedang mempertimbangkan untuk mengadopsi sistem tersebut. Perusahaan menargetkan layanan ini mulai dipasarkan secara komersial pada tahun fiskal 2027.


"Banyak pohon ditanam pada masa pertumbuhan ekonomi pesat Jepang, antara lain untuk menyerap emisi kendaraan, dan kini sebagian besar telah mendekati akhir masa hidupnya," kata Sho Tago, Kepala Divisi Bisnis Infrastruktur Hijau Sumitomo Mitsui Construction.


"Kami berharap layanan ini dapat mendukung pengelolaan pohon secara lebih efisien dan tepat meskipun jumlah personel terbatas," ujarnya.






Sumber;

https://english.kyodonews.net/

map
KarirJepang blog

other_news

blog

Jepang Mempertimbangkan Sektor Keamanan ...

Badan Kepolisian Nasional Jepang (警察庁, Keisatsuchou) mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka a...

blog

Stasiun Penuh Cinta Berwarna di Pref. To...

CHIZU, Tottori — Kereta saya berangkat dari Stasiun Awakura-Onsen (あわくら温泉駅, Awakura-...

blog

Kuil di Kyoto Larang Pengunjung Mengenak...

Pengunjung kuil berusia 600 tahun dilarang mengenakan pakaian tradisional menyusul masalah yang dise...

blog

Japan Railways Mengumumkan Tiket Kereta ...

Cara yang bagus untuk menjelajahi rute-rute tersembunyi di Jepang pada musim gugur ini.Anda dapat be...

blog

Pria Asal Indonesia Bekerja di Kapal Pen...

ECHIZEN, Fukui -- Seorang pria Asal Indonesia berusia 19 tahun sedang bekerja keras di kapal penangk...

blog

Survei: 35% Anak Muda Lajang di Jepang M...

Tiga puluh lima persen anak muda yang belum menikah (未婚, mikon) di Jepang mengatakan mereka tida...

map
KarirJepang.id

our_partners