Top
62-811-9696-9166 - Raya
news

106 PMI Ilegal Asal Sampang Dideportasi Sepanjang 2025, Mayoritas dari Malaysia

15 Jan 2026 - oleh : KarirJepang.id


106 PMI Ilegal Asal Sampang Dideportasi Sepanjang 2025, Mayoritas dari Malaysia

Sepanjang tahun 2025, ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sampang, Madura tersebut harus menelan pil pahit setelah dideportasi dari negara tujuan akibat bekerja tanpa dokumen resmi.


Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sampang mencatat, sebanyak 106 PMI nonprosedural dipulangkan secara paksa selama periode Januari hingga Desember 2025.


Mereka tersandung persoalan hukum dan administrasi di luar negeri karena tidak mengantongi kelengkapan kerja yang sah.


Kepala Bidang Penempatan Disnaker Sampang, Uriantono Triwibowo, mengatakan bahwa Malaysia menjadi negara asal deportasi terbanyak.


Selain itu, kasus serupa juga terjadi di kawasan Timur Tengah.


"Sebagian besar PMI dideportasi dari Malaysia. Sementara dari Arab Saudi tercatat dua orang, dan satu orang dari Irak," ujarnya, Rabu (14/1/2026).


Menurutnya, seluruh kasus deportasi tersebut bermula dari keberangkatan PMI yang menempuh jalur ilegal.


Tanpa kontrak kerja dan dokumen resmi, para pekerja menjadi sangat rentan terhadap penindakan hukum di negara tujuan.


"PMI yang berangkat nonprosedural tidak memiliki legalitas kerja, sehingga saat terjadi masalah, posisi mereka sangat lemah dan sulit mendapatkan perlindungan," jelasnya.


Berdasarkan pemetaan Disnaker, PMI ilegal tersebut berasal dari hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Sampang.


Namun, wilayah Pantai Utara (Pantura) menjadi penyumbang terbanyak kasus deportasi.


"Daerah Pantura seperti Banyuates, Ketapang, Sokobanah, dan Karang Penang tercatat paling dominan. Kecamatan lain juga ada, namun jumlahnya relatif lebih sedikit," paparnya.


Disnaker Sampang menegaskan bahwa praktik keberangkatan ilegal tidak hanya merugikan PMI secara pribadi, tetapi juga menyulitkan pemerintah dalam memberikan perlindungan maksimal.


"Kami terus mengimbau masyarakat agar tidak tergiur jalur cepat yang tidak resmi. Berangkat secara prosedural jauh lebih aman karena ada perlindungan dari negara," pungkasnya.






Sumber;

https://madura.tribunnews.com/

map
KarirJepang blog

other_news

blog

Badan Layanan Imigrasi Jepang Akan Menam...

TOKYO – Badan Layanan Imigrasi Jepang (Immigration Services Agency/ISA) akan segera menambah jumla...

blog

Apa yang Saya Pelajari Tentang Kehidupan...

Percakapan biasa di taksi (タクシー, takushii) mengungkapkan sisi yang lebih personal dari kehid...

blog

Wisatawan Asing dari Negara Mana yang Pa...

Statistik terbaru menunjukkan bahwa pada paruh pertama tahun 2026, Jepang mengalami penurunan jumlah...

blog

Cara Membersihkan AC Jepang (Air Conditi...

AC di Jepang merupakan peralatan rumah tangga yang sangat penting karena memiliki fungsi mendinginka...

blog

Kementerian Pendidikan Jepang Akan Dukun...

Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan untuk memulai sebuah program pada tahun fiskal 2027 yang b...

blog

Pariwisata Jepang Melambat? Jumlah Wisat...

Laporan terbaru menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Namun, apakah ini benar-benar menandai berakh...

map
KarirJepang.id

our_partners