5 Kota di Jepang dengan Gaji Tertinggi, Jadi 'Pelabuhan Baru' Pekerja Migran Indonesia
19 Jan 2026 - oleh : KarirJepang.id
19 Jan 2026 - oleh : KarirJepang.id
Setiap manusia pastinya memiliki satu tujuan hidup yang layak salah satunya melalui kerja ke luar negeri. Bekerja di negeri sakura Jepang menjadi salah satu tujuan favorit karena menawarkan gaji yang fantastis terutama bagi mereka yang sedang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Jepang.
Menurut data yang dimuat oleh Kementerian Luar Negeri RI di Tokyo Jepang, mencatat per Desember 2024 total telah ada hampir 200 ribu WNI di Jepang yang mayoritas diantaranya merupakan pekerja di berbagai sektor industri dan perkebunan.
Untuk itu, terbenak di dalam pikiran, berapa sih sebenarnya besaran gaji di negara Jepang? Ada baiknya Anda menyimak informasi berikut ini.
Melansir Tokyo Portofolio, untuk para pekerja di sana memiliki rataan gaji mulai dari Rp20 juta hingga ratusan juta, tergantung wilayah mereka bekerja yang disesuaikan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) wilayah tersebut.
Kota Tokyo yang merupakan ibukota negara Jepang memiliki tingkat gaji tertinggi dengan rataan gaji sebesar JPY1.113 yen per jam atau sekitar Rp119 ribu per jam.
Merujuk laporan pengupahan Ministry of Health, Labour, and Welfare (MHLW) Jepang, berikut lima daftar kota dengan gaji tertinggi di Jepang yang tentu dapat Anda jadikan pilihan dalam mencari pekerjaan.

Menempati urutan pertama dengan upah JPY1.226 yen atau sekitar Rp131.000 per jam. Sebagai ibu kota, ini adalah standar upah tertinggi di seluruh Jepang.

Berada di posisi kedua dengan upah JPY1.225 yen atau sekitar Rp130.900 per jam. Wilayah ini mencakup kota besar seperti Yokohama yang berbatasan langsung dengan Tokyo.

Pusat ekonomi wilayah Kansai ini memiliki upah JPY1.177 yen atau sekitar Rp125.800 per jam.

Sebagai wilayah penyangga Tokyo, Saitama memiliki upah JPY1.141 yen atau sekitar Rp122.000 per jam.

Kedua wilayah ini berada di tingkat yang sama dengan upah JPY1.140 yen atau sekitar Rp121.900 per jam. Chiba populer karena industri logistik dan wisatanya, sedangkan Aichi adalah pusat industri manufaktur.
Pemerintah Jepang mengungkapkan mereka membutuhkan lebih dari 40 ribu orang pekerja dari Indonesia yang dapat bekerja di 24 sektor yang disediakan diantaranya seperti pertanian, kelautan, konstruksi, dan perawatan.
Sumber;
https://www.metrotvnews.com/