Jumlah Wisatawan ke Jepang Diperkirakan Tembus 40 Juta Orang per Tahun untuk Pertama Kalinya, Berasal dari Beragam Wilayah, Hubungan Jepang–China Jadi Sorotan
18 Dec 2025 - oleh : KarirJepang.id
18 Dec 2025 - oleh : KarirJepang.id
Pemerintah Jepang pada tanggal 17 mengumumkan bahwa jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang selama periode Januari hingga November tahun ini (angka estimasi) meningkat 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menjadi 39.065.600 orang. Angka tersebut telah melampaui rekor sebelumnya untuk satu tahun penuh, yakni 36.870.148 orang pada 2024, hanya dalam waktu 11 bulan. Didukung oleh nilai yen yang berada pada level terendah, permintaan perjalanan ke Jepang dari Eropa dan Amerika Serikat meningkat tajam, sekaligus menarik minat besar dari China dan negara-negara Asia lainnya. Dengan tren ini, hampir dipastikan bahwa pada 2025 jumlah wisatawan tahunan akan melampaui 40 juta orang untuk pertama kalinya.
Untuk bulan November saja, jumlah wisatawan meningkat 10,4 persen secara tahunan menjadi 3,518 juta orang, merupakan angka tertinggi yang pernah tercatat untuk bulan tersebut. Berdasarkan rincian negara dan wilayah asal wisatawan selama Januari hingga November, China menempati posisi teratas dengan 8,76 juta orang, naik 37,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi berikutnya ditempati Korea Selatan dengan 8,48 juta orang, dan Taiwan dengan 6,17 juta orang, menjadikan negara dan wilayah Asia terdekat sebagai tiga besar penyumbang wisatawan.
Negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Indonesia juga mencatatkan peningkatan lebih dari 20 persen, dengan jumlah pengunjung masing-masing melampaui 500.000 orang.

Dari kawasan Barat, Amerika Serikat menjadi kontributor besar dengan peningkatan 22,1 persen menjadi 3,03 juta orang. Jerman (400.000 orang), Italia (280.000 orang), dan Spanyol (230.000 orang) masing-masing mencatat lonjakan lebih dari 30 persen, sementara Inggris (500.000 orang) dan Prancis (430.000 orang) juga menunjukkan kinerja kuat dengan kenaikan sekitar 20 persen.
Melemahnya nilai yen terhadap dolar AS dan euro diyakini menjadi faktor utama yang mendorong meningkatnya permintaan perjalanan ke Jepang. Selain itu, negara asal wisatawan juga semakin beragam, dengan jumlah pengunjung dari Timur Tengah meningkat 56 persen menjadi 230.000 orang.
Sebelumnya, pada masa pemerintahan kedua Perdana Menteri Shinzo Abe, Jepang menargetkan 40 juta wisatawan mancanegara pada 2020, dan jumlahnya terus meningkat hingga melampaui 30 juta orang pada 2018. Namun, akibat penyebaran global COVID-19 sejak 2020, jumlah wisatawan anjlok drastis hingga sekitar 240.000 orang pada 2021. Sejak berakhirnya pandemi, jumlah kunjungan kembali meningkat dan pada 2024 mencapai sekitar 36 juta orang, melampaui level sebelum pandemi.

Meski demikian, memburuknya hubungan Jepang–China menjadi faktor yang menimbulkan kekhawatiran ke depan. Pemerintah China sejak pertengahan November telah mengimbau warganya untuk menahan diri bepergian ke Jepang. Akibatnya, jumlah wisatawan asal China yang berkunjung ke Jepang pada November tercatat sebagai yang terendah sepanjang tahun, yakni 560.000 orang, sehingga menambah ketidakpastian.
Direktur Jenderal Badan Pariwisata Jepang, Shigeki Murata, menyampaikan keprihatinannya dalam konferensi pers pada tanggal 17. Ia mengatakan bahwa jumlah penerbangan internasional terjadwal antara Jepang dan China telah berkurang, dan beberapa penerbangan dibatalkan. “Kami akan terus memantau perkembangan situasi ini secara saksama ke depan,” ujarnya.
Sumber;
https://mainichi.jp/