Enam dari Sepuluh Orang di Jepang Gunakan AI Generatif untuk Merencanakan Liburan Musim Panas, Survei Ungkap Tren Baru
14 Jul 2026 - oleh : KarirJepang.id
14 Jul 2026 - oleh : KarirJepang.id
Sebuah survei menunjukkan bahwa enam dari sepuluh orang di Jepang yang berencana berlibur pada musim panas tahun ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) generatif untuk membantu menyusun rencana perjalanan mereka.
Survei yang dilakukan oleh Meiji Yasuda Life Insurance terhadap 1.120 responden berusia 20 hingga 50 tahun pada Juni lalu menemukan bahwa 61,2 persen dari mereka yang berencana bepergian, baik di dalam maupun luar negeri, menggunakan AI generatif untuk menyusun itinerary perjalanan, mencari informasi mengenai kuliner lokal, hingga memperoleh informasi tentang transportasi di tempat tujuan.
"Alat utama yang digunakan masyarakat untuk merencanakan perjalanan dan mencari informasi selama berada di destinasi kini mulai bergeser dari buku panduan wisata ke AI generatif," ujar perusahaan tersebut.
Minat Bepergian Menurun, Wisata Domestik Lebih Diminati
Saat ditanya mengenai rencana menghabiskan liburan musim panas, 58,4 persen responden mengatakan akan bepergian atau beraktivitas di luar rumah. Angka tersebut turun 6,3 poin persentase dibandingkan tahun lalu.
Sementara itu, 57,6 persen responden berencana melakukan perjalanan di dalam Jepang, naik 1 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebaliknya, minat untuk berwisata ke luar negeri mengalami penurunan tajam. Persentasenya merosot dari 13,5 persen pada tahun lalu menjadi hanya 6,4 persen tahun ini.
Menurut hasil survei, melemahnya nilai tukar yen serta tingginya inflasi membuat banyak orang memilih destinasi yang lebih dekat dan hotel dengan harga yang lebih terjangkau.
Di sisi lain, lebih dari 40 persen responden menyatakan tidak memiliki rencana bepergian selama liburan musim panas.
Pengeluaran Liburan Turun untuk Pertama Kalinya Sejak Pandemi
Rata-rata dana yang disiapkan responden untuk kegiatan rekreasi selama liburan musim panas tercatat sebesar 85.145 yen (sekitar US$525), turun 18,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan ini menjadi yang pertama secara tahunan sejak 2021, ketika pandemi COVID-19 masih membatasi aktivitas masyarakat.
"Antusiasme masyarakat untuk bepergian menurun karena cuaca yang sangat panas serta tingginya harga barang dan jasa," ujar Kazutaka Maeda, ekonom senior di Meiji Yasuda Life Insurance.
AI Mulai Dimanfaatkan untuk Membantu Pekerjaan Rumah Anak
Survei tersebut juga menanyakan pendapat para orang tua yang memiliki anak usia sekolah mengenai penggunaan AI generatif untuk mengerjakan tugas liburan musim panas.
Hasilnya, 38,2 persen responden mendukung anak mereka memanfaatkan AI generatif saat mengerjakan pekerjaan rumah, lebih tinggi dibandingkan 26,4 persen responden yang tidak menginginkannya.
Mereka yang mendukung berpendapat bahwa penggunaan AI dapat membantu mengembangkan rasa ingin tahu anak serta kemampuan mereka dalam menyusun pertanyaan dan memahami jawaban yang diberikan AI.
Sebaliknya, responden yang menolak mengkhawatirkan bahwa anak-anak hanya akan menyalin jawaban dari AI, sehingga dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis serta menghambat perkembangan kemampuan akademik mereka.
Sumber;
https://www.japantimes.co.jp/