Titik di Ginza Kembali Menjadi Lokasi dengan Harga Tanah Termahal di Jepang
15 Jul 2026 - oleh : KarirJepang.id
15 Jul 2026 - oleh : KarirJepang.id
Pada 1 Juli, Badan Pajak Nasional Jepang (National Tax Agency/NTA) mengumumkan harga tanah berdasarkan nilai jalan (rosenka) untuk tahun 2026 (per 1 Januari), yang digunakan sebagai dasar perhitungan pajak warisan dan pajak hibah.
Secara nasional, nilai rata-rata tanah standar untuk kawasan permukiman—yang mencakup area hunian dan komersial—naik 2,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini merupakan kenaikan tahunan selama lima tahun berturut-turut.
Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap perumahan, terutama di kawasan perkotaan, serta berkembangnya kawasan resor yang menyasar wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jepang.
Lokasi dengan harga tanah tertinggi di Jepang kembali berada di depan toko alat tulis Kyūkyodō di kawasan Ginza 5-chome, Distrik Chūō, Tokyo. Nilai tanah di lokasi tersebut mencapai 53,4 juta yen per meter persegi, naik 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tahun ini juga menjadi tahun ke-41 berturut-turut lokasi tersebut mempertahankan predikat sebagai kawasan dengan harga tanah tertinggi di Jepang.
Sebagai gambaran, sebidang tanah seukuran kartu pos di lokasi tersebut memiliki nilai sekitar 790.000 yen.
Berdasarkan laporan kantor pajak di seluruh Jepang, tiga kawasan yang mencatatkan kenaikan harga tanah terbesar adalah:
Ketiga wilayah tersebut merupakan destinasi resor ski yang sangat populer. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak wisatawan mancanegara, khususnya pemain ski dan snowboard, datang ke Jepang untuk menikmati salju bubuk (powder snow) yang terkenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia.
Posisi keempat untuk kenaikan harga tanah tertinggi ditempati oleh Kaminarimon-dōri di kawasan Asakusa, Tokyo.
Jalan tersebut merupakan salah satu destinasi wisata paling populer bagi wisatawan asing. Meningkatnya jumlah wisatawan telah mendorong pembangunan hotel dan berbagai fasilitas komersial baru, yang pada akhirnya ikut mengerek harga tanah di kawasan tersebut.
Berdasarkan ibu kota prefektur, lima wilayah dengan harga tanah tertinggi di Jepang adalah:
Kelima kota tersebut merupakan pusat ekonomi dan bisnis utama di Jepang.
Sebaliknya, lima wilayah dengan harga tanah terendah adalah:
Seluruh wilayah tersebut berada jauh dari pusat-pusat metropolitan utama Jepang.
Sementara itu, dari sisi pertumbuhan harga tanah, Saga mencatatkan kenaikan tertinggi di antara ibu kota prefektur, yakni 17,0 persen, disusul Morioka di Prefektur Iwate dengan kenaikan 13,0 persen.
Peningkatan tersebut diyakini dipengaruhi oleh berbagai proyek redevelopment atau penataan kembali kawasan yang sedang berlangsung di daerah-daerah tersebut.
Sumber;
https://www.nippon.com/